Agen Piala Dunia – Guardiola tak punya banyak pilihan di lini belakang Manchester City

Agen Piala Dunia – Guardiola tak punya banyak pilihan di lini belakang Manchester City

Stones mendapatkan cedera hamstring ketika City mengalahkan Leicester City 2-0 di King Power Stadium, Sabtu (18/11/2017). Bek berusia 23 tahun itu cuma sanggup bermain selama setengah jam sebelum ditarik keluar.

Cederanya John Stones membuat Pep Guardiola tak punya banyak pilihan di lini belakang Manchester City. Guardiola mau tak mau harus mengambil risiko dengan lebih sering memainkan Vincent Kompany.

Stones diprediksi akan absen cukup lama, bisa hingga enam pekan. Cederanya Stones adalah kerugian besar buat City karena si pemain sedang dalam performa bagus. Duetnya dengan Nicolas Otamendi di jantung pertahanan adalah salah satu kunci solidnya pertahanan City musim ini.

Untungnya, Kompany sudah sembuh setelah tiga bulan dibekap cedera betis. Kompany bermain penuh di markas Leicester tanpa keluhan apapun.

Akan tetapi, memainkan Kompany secara terus-menerus juga merupakan sebuah perjudian. Pasalnya, bek asal Belgia itu punya riwayat cedera yang panjang. Dalam beberapa musim terakhir, dia melewatkan begitu banyak pertandingan akibat masalah tersebut.

“Kami harus menjaganya dan kami sedang berusaha melakukan itu. Dia absen lebih dari dua setengah bulan gara-gara bermain melawan Gibraltar ketika skornya 9-0,” ujar Guardiola seperti dikutip Soccerway.

“Kami harus berhati-hati dalam hal berapa menit dia bermain, apa yang dia rasakan. Kami merindukannya (ketika dia cedera). Lebih banyak memainkannya adalah sebuah risiko, tapi sekarang Stones absen. Kami punya masalah nyata di posisi itu,” kata manajer City tersebut.

Di posisi bek tengah, Guardiola sebenarnya masih punya Eliaquim Mangala dan pemain muda Tosin Adarabioyo. Akan tetapi, keduanya sangat jarang dipasang sebagai starter. Guardiola mungkin malah mencari bek baru di bursa transfer Januari.

“Kami akan mendiskusikan situasinya pada Januari. Kami akan memikirkan soal itu, tapi bukan cuma karena John cedera,” ujarnya.

“Untuk bermain di semua kompetisi, Anda butuh skuat yang lebih besar karena para pemain tidak punya waktu untuk memulihkan diri sebelum pertandingan berikutnya,” kata pria asal Spanyol itu.

City masih memuncaki klasemen Premier League setelah meraih 34 poin dari 12 pertandingan. The Citizens unggul delapan poin atas Manchester United yang menjadi pesaing terdekat.

Agen Piala Dunia – Guardiola tak punya banyak pilihan di lini belakang Manchester City

Agen Sabung Ayam – Totti mengungkap satu-satunya penyesalan

Agen Sabung Ayam – Totti mengungkap satu-satunya penyesalan

Sabung Ayam Online 323win – Berita Bola – Pria 41 tahun itu menyudahi karier bermainnya di akhir musim lalu, setelah menghabiskan seluruh perjalanan tersebut bersama Giallorossi yang merupakan klub masa kecilnya.

Francesco Totti mengungkap satu-satunya penyesalan yang ia rasakan saat menghabiskan karier bermainnya. Apa yang menjadi penyesalan tunggal legenda AS Roma itu?

Agen Casino Online – Sepanjang karier bermainnya selama 25 tahun bersama Roma, Totti meraih satu titel Serie A, dua trofi Coppa Italia, dan sebuah titel Piala Super Italia.

Sementara di level timnas, Totti juga menjadi bagian dari skuat Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006. Tapi Totti mengaku akan lebih senang jika bisa meraih lebih banyak piala.

“Saya pikir telah memperlihatkan rasa cinta dengan bertahan di tim ini sepanjang karier, cuma memakai satu seragam,” kata Totti kepada Sportmediaset yang dikutip Football Italia.

“Hal itu senantiasa menjadi impian saya dan saya sudah mampu mewujudkannya. (Tapi sebenarnya) saya ingin bisa mempersembahkan lebih dari yang sudah saya beri, satu-satunya penyesalan adalah saya tidak banyak meraih kemenangan.”

“Tapi apa yang sudah saya raih sejauh ini tetaplah cukup, itu penting, dan saya bangga,” tuturnya.

Agen Sabung Ayam – Totti mengungkap satu-satunya penyesalan

Courtois membantu Chelsea mengalahkan Spurs di lanjutan Premier League

Courtois membantu Chelsea mengalahkan Spurs di lanjutan Premier League

Courtois membantu Chelsea mengalahkan Spurs di lanjutan Premier League akhir pekan lalu. Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Wembley, Minggu (20/8/2017) lalu itu, The Blues menundukkan Spurs dengan skor 2-1.

Thibaut Courtois menilai suporter Tottenham Hotspur kurang membantu timnya sendiri di stadion. Dia juga tak terkesan dengan upaya Spurs untuk menciptakan atmosfer lewat pengeras suara.

Laga tersebut merupakan pertandingan kandang pertama Spurs di Premier League musim ini. Seperti diketahui, Wembley jadi markas sementara Spurs di musim ini selama White Hart Lane dibangun kembali.

Untuk membangkitkan atmosfer, Spurs membagikan bendera plastik kepada suporter di Wembley. Mereka juga memainkan suara drum lewat pengeras suara untuk mendorong suporter agar lebih bersemangat. Tapi upaya Spurs itu justru menjadi olok-olok di media sosial.

Courtois sendiri menilai Spurs sebenarnya punya potensi untuk menekan lawannya lewat ‘teror’ suporternya di stadion. Tapi, Courtois justru merasa seperti tak bertanding di kandang Spurs akhir pekan kemarin.

“Tottenham punya kapasitas untuk mendatangkan banyak fans ke stadion. Jika mereka lebih berisik, akan lebih bagus buat Tottenham karena jika Anda mengeluarkan suara lewat pengeras suara untuk menciptakan atmosfer, saya pikir itu tidak terlalu berhasil,” Courtois mengatakan seperti dilansir Telegraph.

“Di babak kedua, mereka (Spurs) menekan dan 70.000 penonton mulai ‘bangun’. Jelas ada lebih dari 40.000 penonton seperti di White Hart Lane,” kiper Chelsea itu melanjutkan.

“Perbedaannya adalah fans lebih jauh dari lapangan daripada di White Hart Lane, di mana Anda merasakan tekanan lebih besar ketika mereka menyerang dan lapangan lebih kecil, yang mungkin lebih baik untuk mereka,” katanya.

Courtois membantu Chelsea mengalahkan Spurs di lanjutan Premier League

Conte Ngotot Ingin Mendapatkan Lukaku

Conte Ngotot Ingin Mendapatkan Lukaku

Chelsea sedang berusaha memboyong pulang Lukaku Striker andalan Everton.

The Blues sedang dalam perburuan striker papan atas saat mereka mempersiapkan diri untuk kembali ke Liga Champions musim depan. Dan keinginan untuk mendatangkan pencetak gol baru telah diperkuat, setelah bos Chelsea, Antonio Conte memberi tahu bahwa Diego Costa bisa bebas untuk pergi dari Stamford Bridge pada musim panas ini.

Chelsea telah banyak dikaitkan dengan penandatanganan kembali Romelu Lukaku dari The Toffees, setelah 3 tahun lalu mereka menjual pemain internasional Belgia itu ke Everton dengan harga 28 juta Pounds. Dan laporan terakhir menunjukkan bahwa mereka bisa segera mendapatkan mantan pemain mereka tersebut, setelah bos Everton, Ronald Koeman berencana untuk mengarungi kompetisi musim depan tanpa Lukaku.

Menurut Transfer Market Web, bos Everton itu sedang merencanakan transfer untuk pemain Arsenal, Olivier Giroud, jika Lukaku meninggalkan Goodison Park. Sumber yang berbasis di Inggris tersebut menambahkan bahwa pembicaraan tentang transfer Lukaku sedang berlangsung dan Giroud akan menjadi pilihan pengganti yang sangat cocok untuk skuat The Toffees.

Giroud diperkirakan akan keluar dari Emirates Stadium saat bursa transfer dibuka, karena Arsenal saat ini sedang mencari penyerang baru. Namun demikian, Everton kemungkinan akan menghadapi persaingan ketat untuk mendapatkan tandatangan Giroud dari rival sekota Arsenal, West Ham United. Sementara itu, klub Ligue 1, Marseille dikatakan juga berminat untuk membawa Giroud kembali ke Prancis.

Conte Ngotot Ingin Mendapatkan Lukaku

‘Kunci Sukses Madrid karena Zidane Bisa Mengatur Ronaldo’

‘Kunci Sukses Madrid karena Zidane Bisa Mengatur Ronaldo’ – Pujian setinggi langit dialamatkan kepada Zinedine Zidane atas sukses Real Madrid. Kemampuan mengatur Cristiano Ronaldo dipandang sebagai kunci sukses itu.

Pandangan itu diungkapkan kompatriot sekaligus rekan setim Zidane semasa menjadi pemain di timnas Prancis, Robert Pires.

Zidane baru saja mengantar Madrid mempertahankan gelar juara Liga Champions, yang diperoleh usai menggasak Juventus 4-1 di final, akhir pekan lalu. Kemenangan tersebut mencatatkan Madrid sebagai tim pertama yang berhasil merebut ‘Si Kuping Besar’ dua musim beruntun sejak AC Milan nyaris tiga dekade silam.

Sukses Zidane semakin lengkap setelah Madrid juga menjuarai La Liga. Dua gelar tersebut merupakan pencapaian yang pertama kali bagi Madrid dalam 59 tahun.

Performa gemilang Cristiano Ronaldo tidak bisa lepas dari sukses Madrid. Bomber Portugal itu mencetak 42 gol di semua kompetisi, termasuk 25 gol di liga dan 12 gol di Liga Champions.

Menjelang musim berakhir, Zidane memutuskan untuk mengistirahatkan Ronaldo di sejumlah pertandingan Madrid. Strategi yang terbukti jitu.

“Zidane lahir untuk menjadi pelatih terbaik di dunia dan pada hari ini dia lah orangnya,” cetus Pires kepada Le Parisien, yang dilansir Marca.

“Salah satu kunci sukses Real Madrid adalah manajemen dia terhadap Cristiano Ronaldo,” sebut mantan bintang sepakbola Prancis itu.

“Dia menghormati seluruh pemainnya, yang membuat banyak hal menjadi lebih mudah saat Anda harus menjelaskan kepada Cristiano bahwa dia akan bermain lebih sedikit. Bagi dia untuk berada di bentuk terbaik untuk laga-laga penting seperti itu adalah hal sempurna.”

14 Tahun Karier Ronaldo: 600 Gol dan 21 Trofi

14 Tahun Karier Ronaldo: 600 Gol dan 21 Trofi – Cristiano Ronaldo membuktikan sebagai penyerang top dunia setelah mengumpulkan total 600 gol selama 14 tahun berkarier di lapangan hijau.

Diawali kariernya bersama Sporting Club Portugal, Ronaldo mulai naik daun saat memperkuat Manchester United saat memberikan total sembilan trofi dengan torehan 118 gol dari 292 penampilan.

Kariernya makin menanjak ketika Ronaldo memperkuat Real Madrid sedari 2009 yang ditandai dengan torehan 406 gol dari 394 penampilan di seluruh kompetisi. Bersama Madrid, Ronaldo total menyumbang 11 trofi termasuk La Liga dan Liga Champions musim ini.

Di level timnas pun, Ronaldo juga berhasil mempersembahkan trofi Piala Eropa 2016 lalu dan jadi topskorer sepanjang masa negaranya dengan 71 gol dari 138 caps.

Ronaldo memang hebat!

 

 

Hubungan Pique dan Carvajal Adem di Timnas Spanyol

Hubungan Pique dan Carvajal Adem di Timnas Spanyol – Di level klub, Gerard Pique dan Dani Carvajal memang berseteru. Tapi di timnas Spanyol tidak ada masalah di antara mereka. Begitulah penilaian Julen Lopetegui.

Belum lama ini, Carvajal yang membela Real Madrid menciptakan ketegangan saat merayakan sukses timnya mengunci gelar juara La Liga. Ada nyanyian bernada sindiran untuk bek tengah Barcelona itu agar menyambut sang juara, dan Carvajal adalah satu yang menyanyikannya.

Pique menanggapinya dengan santai. Apalagi, dia juga tidak segan meledek Madrid di berbagai kesempatan.

Nah, setelah kompetisi yang sengit sudah berakhir Pique dan Carvajal berkumpul di pusat pelatihan timnas Spanyol. El Matador dijadwalkan akan menghadapi Kolombia di laga ujicoba, Kamis (8/6) dinihari WIB, sebelum bertandang ke Makedonia untuk menjalani laga Kualifikasi Piala Dunia 2018, empat hari berselang.

Pelatih timnas Spanyol Lopetegui menegaskan bahwa tidak perlu ada perdamaian di antara Pique dan Carvajal, karena keduanya tidak bermusuhan.

“Kami fokus pada dua pertandingan. Kami gembira dengan atmosfer yang ada di pusat pelatihan ini, luar biasa,” kata Lopetegui di AS. “Kami merasa sebagai sebuah tim.”

“Semua orang di sini bermain untuk tim nasional dengan intensitas yang sama seperti yang mereka lakukan untuk klub masing-masing. Tidak perlu ada rekonsiliasi, karena sejauh ini atmosfernya hebat,” imbuh dia.

 

Jerman Cuma Imbang Lawan Denmark, Loew Ambil Positifnya Saja

Jerman Cuma Imbang Lawan Denmark, Loew Ambil Positifnya Saja – Jerman hanya bermain imbang pada laga friendly kontra Denmark. Pelatih Joachim Loew mengaku tak kecewa dan mengambil sisi positif dari hasil itu.

Pada laga persahabatan di Brondby, Rabu (7/6/2017) dinihari WIB tadi, Loew menurunkan tim eksperimennya untuk persiapan Piala Konfederasi bulan ini. Pasalnya Loew tidak akan membawa para pemain bintangnya seperti Mesut Oezil, Toni Kroos, Thomas Muller, Manuel Neuer, Jerome Boateng, hingga Mats Hummels.

Loew bahkan menurunkan Kevin Trapp di bawah mistar yang jadi kali pertama kiper Paris St-Germain itu bermain untuk Jerman. Lalu ada juga Lars Stindl, Marvin Plattenhardt, dan Aamin Younes.

Menggunakan tim eksperimen itu, Jerman berman kurang maksimal dan harus tertinggal lebih dulu pada menit ke-18 setelah Christian Eriksen menjebol jala Trapp. Pada akhirnya Jerman harus berterima kasih kepada Joshua Kimmich yang menyamakan skor pada menit ke-88 dan laga pun tuntas dengan skor 1-1.

Meski penampilan timnya belum maksimal, Loew sendiri mengaku puas dengan apa yang diperlihatkan para pemainnya. Hanya butuh sedikit polesan untuk membuat tim Jerman yang ini untuk bisa tampil pada performa terbaiknya, meski tak diperkuat beberapa pemain bintangnya.

“Lebih banyak positif dari negatifnya,” ujar Loew seperti dikutip Soccerway.

“Memang ini jadi ujian bagus untuk melihat sejauh apa kami saat ini. Kami baru berlatih sekali, jadi saya sangat senang,” sambungnya.

“Level komitmen dari para pemain sangat bagus, kami bakal lebih baik lagi dalam beberapa hari ke depan.”

Jerman masih punya satu laga lagi yakni Kualifikasi Piala Dunia 2018 kontra Swedia sebelum nantinya menghadapi Australia di laga perdana Piala Konfederasi 19 Juni mendatang.

Apakah Balotelli Masih Bisa Kembali ke Timnas Italia?

Apakah Balotelli Masih Bisa Kembali ke Timnas Italia? – Pintu Timnas Italia masih terbuka untuk Mario Balotelli. Tapi apa Baloteli bisa memperkuat Gli Azzurri lagi atau tidak, semua tergantung si pemain.

Balotelli terakhir kali bermain untuk Italia adalah di Piala Dunia 2014. Setelah itu Balotelli sama sekali tidak dilirik pada era Antonio Conte yang juga berbanding lurus dengan performa si pemain di level klub.

Sedari 2014 hingga 2016, Balotelli benar-benar tenggelam di Liverpool dan AC Milan. Barulah ketika dia direkrut Nice musim panas lalu, Balotelli bangkit dan mencetak 17 gol di Ligue 1 untuk membawa klubnya itu lolos ke Liga Champions.

Oleh karenanya wajar saja media-media Italia mulai menyinggung nama Balotelli soal siapa striker yang pantas dibawa ke tim nasional. Pemain berusia 27 tahun tersebut dianggap sudah waktunya kembali berseragam Italia.

Terkait hal tersebut, Ventura selaku pelatih Italia mengaku peluang Balotelli masih terbuka lebar untuk kembali bermain di timnas. Tapi hal itu tergantung dari bagaimana Balotelli menjaga penampilannya.

“Ini bukan persoalan kualitas tekniknya, tapi ada yang lain,” ujar Ventura seperti dikutip Soccerway.

“Saya tidak pernah melatihnya, dan ketika saya bertemu dengannya saya katakan bahwa masalahnya adalah soal sikap serta ketenangannya,” sambungnya.

“Saya coba membuatnya paham soal caranya bisa kembali jadi pemain penting di timnas.”

“Dia tidak bisa hanya kembali untuk jadi pelengkap. Ini adalah tahunnya Piala Dunia dan dia harus bisa memutuskannya,” tutupnya.

Balotelli sendiri punya 33 caps bersama Timnas Italia sejak debut pada 2010 dan membuat 13 gol.

Barcelona Siap Menjual Neymar

Barcelona Siap Menjual Neymar

Barcelona siap untuk menjual Neymar , karena khawatir gaya hidup Neymar di luar lapangan akan mempengaruhi performanya.

Neymar telah menjadi salah satu pemain top dunia selama empat tahun di Camp Nou. Tapi surat kabar harian Spanyol, OK Diario mengklaim jika Barca khawatir karir sang pemain di klub bisa berakhir pada musim panas ini karena gaya hidupnya.

Neymar rupanya sudah diperingatkan oleh asisten Luis Enrique, Juan Carlos Unzue, bahwa dia perlu bersikap lebih baik di luar lapangan, karena muncul kekhawatiran bahwa dia akan meniru sikap buruk di luar lapangan rekan senegaranya, Ronaldinho.

OK Diario juga menyatakan bahwa karena hal itu Barcelona siap untuk mendengarkan tawaran yang datang dari klub lain untuk Neymar pada musim panas ini. Dan meskipun Neymar memiliki klausul rilis sebesar 168 juta Pounds pada kontraknya saat ini, namun diyakini bahwa Blaugrana bersedia melepaskan sang pemain di angka 129 juta Pounds.

OK Diario juga mengatakan bahwa saat ini hanya Manchester United dan Paris St-Germain yang mampu memicu klausul rilis Neymar tersebut. Dan oleh sebab itu, mungkin sekarang Barcelona berharap jika kedua tim tersebut melakukan perang penawaran untuk Neymar, sehingga pelatih baru Barcelona nanti bisa menggunakan hasil penjualan sang pemain untuk mendatangkan beberapa pemain baru di bursa transfer musim panas nanti.

Kesediaan raksasa Catalan untuk menjual Neymar kabarnya juga telah didorong oleh kebutuhan penting, yakni untuk menjaga Lionel Messi tetap merasa bahagia di klub.

OK Diario mengatakan kapten timnas Argentina itu lebih senang bermain bersama Luis Suarez di lini depan Barca, dan bahwa dia akan merasa puas jika Neymar dijual, meski pemain asal Brasil tersebut tetap sesuai dengan standard permainan klub.

Barcelona Siap Menjual Neymar